Ilmu itu makanan apa? — Faedah Ilmu–

1. Menghapal Al-Quran adalah prioritas dalam mempelajari ilmu syar’i?

Jawaban 1:

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah ditanya, “Manakah yang lebih afdhol, mempelajari Al Qur’an ataukah menuntut ilmu (syar’i)?”

Jawaban beliau rahimahullah, “Ilmu yang wajib dipelajari setiap muslim adalah ilmu yang berisi perintah Allah dan larangan-Nya. Mempelajari ilmu semacam ini lebih didahulukan dari menghafalkan Al Qur’an yang tidak wajib. Mempelajari ilmu semacam tadi itu wajib sedangkan menghafalkan Al Qur’an ketika itu dihukumi sunnah. Dan sekali lagi, yang wajib lebih didahulukan dari ilmu yang sunnah.

Adapun menghafal Al Qur’an, maka itu didahulukan dari ilmu lainnya baik ilmu yang bathil atau ilmu yang sedikit manfaatnya. Menghafal Qur’an juga lebih didahulukan dari mempelajari ilmu ushul (pokok) dan furu’ (cabang). Untuk waktu saat ini, lebih baik mendahulukan menghafal Al Qur’an karena Qur’an adalah ushul setiap ilmu. Berbeda dengan yang dilakukan oleh kebanyakan ahli bid’ah dari kalangan non Arab dan selainnya di mana mereka lebih menyibukkan diri dengan ilmu yang tidak manfaat semacam banyak omongan, banyak berdebat, membahas masalah khilaf (perselisihan pendapat), ilmu furu’ yang tidak urgent dikaji, masalah taklid yang tidak perlu dibahas, atau membahas hadits ghorib (yang tidak shahih dan tidak ada manfaat untuk dikaji), begitu pula dengan ilmu matematika yang tidak bisa dijadikan hujjah yang kuat. Hal ini dilakukan sampai meninggalkan menghafal Al Qur’an, padahal Al Qur’an lebih penting dari semua ilmu tersebut.

Dan perlu sekali masalah ini didetailkan. Yang dituntut dari Al Qur’an adalah memahami maknanya dan mengamalkan isinya. Jika tujuannya menghafalnya bukanlah untuk maksud tersebut, maka tentu ia bukan seorang yang berilmu atau ulama. Wallahu subhanahu a’lam.” (Al Majmu’ Al Fatawa, 23: 54-55)

Tentu memiliki akidah yang benar dan cara ibadah yang benar, itu lebih didahulukan dari menghafal Qur’an. Jika cara ini sudah ditempuh dengan benar barulah mengambil prioritas untuk menghafal Qur’an daripada mengambil bagian untuk mempelajari ilmu lain yang tidak bermanfaat. Karena sebagaimana diterangkan di atas, Al Qur’an adalah ushul (pokok) segala ilmu.

2. Apa aja sih,, yang harus kita pelajari terlebih dahulu?

Secara keumuman Ilmu di bagi menjadi dua macam:

1.     Ilmu syar’iyyah.

Ilmu Syar’iyyah terbagi menjadi beberapa bagian:

Fardlu Ain: Ilmu yang wajib di pelajari bagi setiap orang, namun suatu tempo hukum wajib tersebut berlaku setelah ada tuntutan (maksudnya keadaan yah?).

Contoh:

–         Setiap muslim wajib mempelajari ilmu tentang wudlu dan sholat (karena setiap orang yang akil baligh wajib wudhu dan sholat).

–         Wajib bagi pedagang untuk mempelajari Ilmu Mu’amalah (hukum berdagang). Sangat suka ilmu yang iniiihhh..

–         Wajib bagi orang makan minum untuk mempelajari hukum halal-haram makanan. Yosh,, karena apa yang dimakan, akan menjadi daging dan energi bagi kita untuk melakukan aktivitas kebaikan dan perbaikan. Jadi harus mengerti dan memahami darimana dan halalkah makanan yang dimakan oleh kita.

–         Wajib mempelajari hukum pernikahan bagi orang yang akan menikah. Menjadi Suami, Istri, ibu, Bapak, memiliki anak adalah amanah yang akan mengantarkan kita ke Syurga atau NerakaNya.

–         Dan lain-lain

Fardlu Kifayah: Ilmu yang wajib dilakukan manusia untuk memperkokoh agama islam (apabila ada yang melakukan, yang lain tidak berdosa).

Contoh:

–         Menghafal Al Qur’an

–         menghafal hadist dan mempelajari Ilmu Qur’an-Hadist.

–         Mempelajari Ilmu Ushul, Fiqh, Nahwu, Shorf, Tasrif, mengetahui periwayat Hadist, Ijma’ dan Khilaf ulama.

–         Dan lain-lain.

 

Sunah: Ilmu yang dianjurkan mempelajarinya, dan tidak wajib.

Contoh:

–         Sangat memperdalam ilmu dasar-dasar dalil (mis: mempelajari ilmu tafsir, ilmu ushul fiqh sampai mencapai taraf profesor.pen).

–         Sangat memperdalam rahasia di balik Al Qodar (kekuasaan Alloh).

2. Ilmu selain Syar’iyyah.

Dalam Ilmu selain Syar’iyyah tidak ada lima tuntutan seperti Ilmu Syar’iyyah (Wajib, haram, sunnah, makruh dan mubah). Oleh karena itu suatu tempo bisa mempunyai beberapa hukum:

Fardlu kifayah:

 

Contoh:

–           Ilmu kedokteran, karena untuk menyehatkan badan.

–           Ilmu hitung/Matematika, karena sebuah keharusan waktu berdagang.

–           Ilmu pembagian Wasiat dan warisan.

Fadlilah: sebuah keutamaan.

Contoh:

–         Memperdalam ilmu Matematika

–         Memperdalam ilmu kedokteran.

Muharrom: Ilmu yang diharamkan.

Contoh:

–           Ilmu Sihir.

–           Ilmu Nujum.

–           Setiap ilmu yang bisa menyebabkan keraguan atas ke Esaan Alloh Swt.

dari: http://rumaysho.com dan http://ppalfattahpule.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s