Cinta awan dan bumi

Kuching…kuching..lalalala…lalalalaa….

Velle menutupkan matanya,merasakan sejuknya belaian angin tanpa hujan. Selalu cerah setiap hari.. bening, putih, bersih.

“Velle”suara bariton memanggilnya. “Velle yang kucintai…” Velle tersenyum dan memandangnya dengan sayang. 
“Berapa senja  sayang selalu duduk disini, memandang barisan hijau di bawah itu. Apakah kau menginginkannya kembali? Kalau mau… bisa kuizinkan kau turun… kurasa council tidak akan mempermasalahkannya. Satu-satunya duta persahabatan wilayah, kurasa…mereka bisa mempertimbangkannya…”
“Mora… aku hanya teringat kebodohan yang kita lakukan… itu saja… Aku hanya bernostalgia” Velle tersenyum.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s