Layer People (Barrier)

Wew,, saya baru tahu ternyata kita tuh punya own barrier saat berinteraksi dengan orang.

Pernah gak si kadang kita merasa bisa dekat dengan orang cepet banget padahal baru ketemu sekitar 2-3 jam-an, tapi kita merasa jauh sama orang yang udah lama berinteraksi sama kita. Nah, ternyata, hal itu dipengaruhin oleh “layer2” yang masing-masing orang punya. Layer ini bisa juga disebut posisi yang menunjukkan penerimaan seseorang pada orang lain. Semakin orang itu bisa diterima, semakin terbuka layer itu, dan orang tersebut akan menjadi semakin dekat.

Layer 1: Layer kalo ketemu ma stranger ato orang baru. Bisa disebut layer terluar. Ini dimana kita melihat orang sebagai sesuatu yang baru, yang masih bersifat mengancam (kok mengancam?), maksudnya, sesuatu yang masih berasa asing. Disini biasanya kita melihat orang itu sebatas penampilan luar/fisik. Keliatan rapih, biasa-biasa aja, ato malah preman. Persepsi awal dibentuk dari sini. Biasanya ini untuk orang yang sekali jumpa saja. Tapi,biasanya, kalau perkenalan sudah sampe tuker-tukeran nomer handphone, ato email, layer ke 2 bisa kebuka.

Layer 2: Layer Friends, layer teman2. Ini buat orang-orang yang pernah berinteraksi dengan kita, tapi hanya sebatas interaksi luar atau dekat karena suatu kondisi, misal ngerjain tugas bareng, proyek dadakan, ato temen nitip absen (ups),,, Kalau layer ini sudah kebuka, peluang untuk terbukanya layer selanjutnya semakin besar.

Layer 3: Khusus wat orang-orang yang bisa dipercaya. Bisa keluarga, atau sahabat-sahabat terdekat. Parameternya? tergantung masing-masing orang sih. Ada yang karena merasa nyaman kalau diajak ngobrol, ato karena memang sering bareng dari awal (misal sebangku udah 6 bulan), ato bisa juga karena rela ngasih contekan waktu ujian jadi deket (weleh, inimah jangan ditiru atuh). Kepada orang-orang inilah kita lebih banyak share atau meminta dukungan. Mungkin juga lebih banyak menceritakan masalah dan meminta solusi untuk permasalahan. Nah, biasanya sih,, kalo kita human(yaiyalah masa yaiyadong) biasanya mentok di layer ini.

Layer 4: Layer yang ga’ bisa di share,, ato dengan kata lain Layer Kita yang Sesungguhnya,, Only God Knows,,, layer dimana kita melihat diri kita dengan jujur.Layer yang cuma Allah yang bisa mengetahuinya. Kenapa jujur? karena layer ini adalah layer saat kita berfikir, menganalisa, mereka, dan melintaskan pikiran2 kita pada pikiran dan hati. Jarang banget ada orang yang bisa nge-share layer ini,karena kalau di share akan menunjukkan siapa dia yang sebenarnya. Alhamdulillah Allah masih menutupi bisikan-bisikan lintasan pikiran itu pada orang lain. Coba saja kalau kita bisa mendengar bisikan hati,, weuh,, bakal kacoww nih dunia😀

7 thoughts on “Layer People (Barrier)

  1. Apakah layer-layer itu bisa fleksibel atau tdk?

    Kasusnya jika melalui dunia maya kadang bisa merasa akrab seolah sudah mengenal lama, padahal sama sekali belum pernah bertemu tatap muka?

    Trus, begaimana jika ada orang yang tertutup sehingga ia benar-benar membatasi kawasannya sangat sempit sehingga ia merasa tak ada yang pantas untuk berbagi dengannya..

  2. hmmm,, stau ane yah,,, layer2 itu umumnya sih memang bertingkat kyk gt,,, dr mulai proses pengenalan, teman, tumbuhnya rasa saling pcaya,, trus kedeketan, etc…cuma,, bisa saja misal seorang teman dekat kita mengecewakan kita,,, shg dy terlempar ke layer 1 kembali,, seakan2 temen yg dikecewakan itu tdk mw mengenalnya,,,
    kalo merasa dekat ituh adl masalah sugesti,,,
    karena mungkin waktu lawan bicara berkomunikasi dengan kita dengan menggunakan bahasa kita, atau tingkat pengetahuannya sama ma kita,, sehingga kita merasa nyaman..

    kalo deket lewat chatingan padahal belum pnah ketemu, ane banyak kok yang punya temen gt,, deket lewat chattingan,, tapi ya karena dunia maya,, hasilnya pun maya,,,jadi ngga usah terlalu percaya-percaya amat. Mana kita tahu misal diatuh serius apa ngga,, jujur ato ngga,, etc.. temen kita yang udah kita kenal lama aja kadang kita ngga tahu kalo dia berbohong,, misal😀
    biasanya banyak yang kecewa dengan kenyataan setelah kopi darat😀
    tapi ada juga yg lngsung cocok,,tergantung sih,,,

    trus kalo ada orang yg tertutup tuh sbenarnya mungkin karena banyak hal dy bisa jadi menutup diri. Mungkin karena pernah dikecewakan oleh teman dekatnya,, atau karena faktor lingkungan dan keluarga. Ngga bisa nuntut sih ya,,, tapi kita bisa jadi obat buat dy,, kalau dia membutuhkan kita kita sebisa mungkin ada. Karena masalah tertutup tuh masalah hati sih,, jadi kalo hatinya belum tersentuh, susah untuk terbuka dan menerima orang lain. Doakan saja supaya Allah membukakan hatinya,,, soalnya cma Allah sih ya yg bisa membuka hati😀 karena Allah pnah bilang dalam hadits,,, “Aku adalah Rahman (penyayang),, maka bagi hambaku yang menyambungkannya,, akan aku sambungkan pula namun bagi yang memutuskan (tali silaturahim) maka akan aku putuskan pula hubunganku dengannya”,, intinya,, memang kalau ingin punya banyak teman kita dulu yg berusaha untuk berteman,,, kalo ingin layer orng terbuka pada kita,, kita dulu yg harus membuka layer/barrier kita duluan,,,,

    wallahualam qom hehehe

  3. @ Restu
    I like this post.
    Sepakat. Emang tiap orang punya layer yang berbeda2.
    Lagi belajar untuk membuka layer 3 orang lain. Maksudnya, gimana supaya orang lain percaya dan mau terbuka dg qt.

    @ Arqom
    Coba cari tahu latar belakang keluarganya deh.
    Biasanya hal seperti itu (menutup diri) dipengaruhi oleh latar belakang keluarganya. Tapi untuk bisa mengetahui latar belakang keluarganya, berarti arqom dulu yang membuka diri (sepakat dengan restu). Trus, berikan kasih sayang. Sehingga dia ngerti dan merasa bahwa bener2 ada yang peduli dengan dia. Mudah2an dari situ, timbul rasa percaya.

    @ Restu (lagi)
    Hoho..Lagi belajar jadi opportunis,tu? (benefit.com?!)
    Trus, kok tiba2 jadi terasa dingin sih? (oh..lagi musim salju di blog ini..he..)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s