Mama,, I turn to U

mujahidah-click516.jpg

When I’m lost in the rain,
In your eyes I know I’ll find the light to light my way.

(Inget gak Ma… waktu itu teman dekatku sedang pergi meninggalkanku, … aku sediiih banget, kuliahpun gak semangat. Aku merasa menjadi seseorang yang selalu menjadi pengacau bagi yang lain, Waktu itu aku bertanya… apakah Mamah punya sahabat? Kemudian Mama bercerita, dulu ketika kuliah mamah punya 3 orang sahabat yang saling sepenanggungan. Ketika tidak punya uang, ramai-ramai hanya makan kerak nasi, garam, dan sambel pedas, kadang-kadang campur jengkol mentah atau daun pucuk ubi yang direbus. Besoknya pada sakit perut. hihihi. Hanya sebentar aku tertawa, setelah itu aku jadi semakin mengkerut, menyalahkan diriku sendiri tidak bisa menjaga perasaan sahabat. Dan aku mulai menyalahkan segala sifatku yang mungkin membuat banyak orang merasa tidak nyaman. Namun Mama kemudian bercerita, dulu dirinya juga tidak populer, namun ia dikelilingi oleh orang-orang yang ceria. Ia juga bukan orang yang bisa langsung dekat pada banyak orang, tapi mama selalu tersenyum dan menyapa orang yang datang ke kosannya. Mama tidak bisa mencari banyak kenalan, namun ia mengenal dengan baik orang-orang yang telah dikenalnya. Dan itu mungkin cukup untuk menjadi teman dalam hidup. Perlahan-lahan aku kembali tersenyum)

And when I’m scared and losing ground;
When my world is going crazy, you can turn it all around.

(ketika banyak orang ragu dengan keberadaan potensiku, mamah selalu bilang”Mama percaya Restu pasti bisa”, setiap lomba apapun yang kuikuti Mama selalu memberiku dukungan, memang tidak selalu menang, tapi Mamah selalu bilang bahwa aku telah melakukan yang terbaik, dan bisa lebih baik kalau aku lebih tekun untuk mendapatkan yang terbaik. Aku ingat ketika Mama menghadiri lomba nasyidku yang terakhir, aku menyanyi dengan sedikit malu, namun dengan perasaan gembira. Ketika aku tidak mendapatkan penghargaan apapun ketika apresiasi seni nasional, mamah tetap menyemangatiku dengan kata-kata yang hangat)

And when I’m down you’re there; pushing me to the top.
You’re always there; giving me all you’ve got.

(waktu aku masuk kuliah, Mama mengantarkanku dengan sepeda motor… waktu itu kita hampir tersesat,,,bingung nyari ATM mandiri, untuk biaya kuliah pertama….)

For a shield from the storm;

For a friend; for a love
To keep me safe and warm,
I turn to you.
For the strength to be strong;
For the will to carry on;
For everything you do;
For everything that’s true,
I turn to you.
(aku tidak tahu bagaimana berat dan sulitnya mamah menjagaku dari dingin, panas, rasa lapar, dan haus ketika aku masih kecil,,, tapi aku merasakan pandangan matamu yang lembut yang menyiratkan rasa sayang… rasa sayangmu tidak berkurang sedikitpun sejak aku bisa merasakan rasa sayang itu. Dan itu sudah menjadi bukti yang cukup kuat betapa berharganya diriku untukmu)

When I lose my will to win,
I just reach for you and I can reach the sky again.

(Waktu itu kita pernah marahan karena berebut HP, hehe… aneh memang…)

I can do anything,
‘Cause your love is so amazing; ’cause your love inspires me.

(ketika tulisanku menjadi masalah bagi kalangan guru bahasa Indonesia, Mama tetap di pihakku, memandang bahwa siapapun boleh menulis atas dasar apapun. Menulis adalah ekspresi bagi setiap murid, proses belajar dan pembentukan pola pikir. Aku sedikit bisa bangkit dari ‘kepundunganku’ dalam menulis)

And when I need a friend, you’re always on my side;
Giving me faith that gets me through the night.

(Waktu masih kecil aku ingat, aku tidak punya teman karena aku memang terlalu pendiam dan pemalu…juga tidak murah senyum, dan paling tinggi di kelas. Waktu itu aku berteriak “Aku tidak punya teman…tidak ada satupun yang mau berteman denganku…” tapi Mama selalu bilang “Kan ada Mama”)
For a shield from the storm;
For a friend; for a love
To keep me safe and warm,
I turn to you.
For the strength to be strong;

(Mama selalu bilang aku harus menjadi orang yang bersyukur. Selalu berdo’a pada Allah dimanapun dan kapanpun, karena bagaimanapun juga kita masih bisa hidup karena karunia-Nya. Mama selalu bilang supaya aku rajin shalat sunnah, karena dulu saat kuliahpun Mama tidak pernah tertinggal sholat Tahajud dan sholat Hajat)


For the will to carry on;
For everything you do;
For everything that’s true,
I turn to you.

(Aku tidak pernah tahu kalau tidak diberitahu saudaraku ternyata Mama dan Papa menangis ketika aku pergi jauh untuk kuliah. Ia melihat kamarku dan menangis, ‘ternyata secepat inikah ia harus merelakan anaknya untuk pergi jauh…’)
For the arms to be my shelter through all the rain;
For truth that will never change;
For someone to lean on;
for a heart I can rely on through anything;
For that one who I can run to….
I turn to you.

(Kita pernah belanja bareng di Pasar Baru, pertama sih aku melihat wajah boring, karena memang baju-baju disana lagi tidak begitu bagus, tapi lama kelamaan mama menemukan baju yang cocok untuknya. Saat itu kulihat wajah berseri-seri Mama.)
For a shield from the storm;
For a friend; for a love
To keep me safe and warm,
I turn to you.

(Mama adalah orang terfunky, terlucu, terbodor, tercuek, dan tersabar untukku. Sifatnya sepertinya menurun pada adikku, kalau sudah duet…duuhh ampun deh bisa ketawa melulu… Mama… inspirasiku)

For the strength to be strong;
For the will to carry on;
For everything you do;
For everything that’s true,
I turn to you.

(Lucu, Mama selalu lama dalam belanja, apalagi di Mall. Tapi ternyata, saat ia kembali dari belanja, ia tidak membeli apa-apa untuk dirinya, ia malah membelikan baju untuk adikku dan Papa. Tahulah Papa, punya selera yang berbeda dari Mama, tapi tetap saja Mama maksa membelikan baju untuknya…)

For a shield from the storm;
For a friend; for a love
To keep me safe and warm,
I turn to you.
For the strength to be strong;
For the will to carry on;
For everything you do;
For everything that’s true…

(Waktu itu aku bingung ngajak ngobrol teman-teman cowok kelasku yang datang menjengukku ketika aku sakit. Waktu itu secara -kurang bertanggung jawab- aku meminta Mama untuk mengobrol dengan mereka. Dengan baik hati Mama mau memecah kebekuan yang terjadi)

For everything you do;
For everything that’s true,
I turn to you…

Mama, aku rindu Mama… semoga Mama selalu sehat dan selalu diberkahi oleh Allah… Jangan terlalu sering nyetir mobil ya Ma, sekali-kali jalan kaki supaya sehat…Banyak hal yang telah kulewati bersamamu Ma…

Untukmu yang masih punya Mama, segeralah berlari padanya dan bilang bahwa kau mencintainya…

8 thoughts on “Mama,, I turn to U

  1. saya suka gaya ceritanya… mengalir
    setiap orang punya kenangan ttg ibunya. n’ setiap saya mengenang ibu saya, hampir selalu saya merasakan sesuatu yang sulit untuk diungkapkan.

    “wanita mulia yang mengajari arti perjuangan, pengorbanan, kesabaran, dan banyak hal lainnya”

  2. Jadi rindu mama-q…
    udah lama gak pulang
    Syukuri nikmat yang masih diberikan Allah buat kita-kita yang masih punya ibu.
    Let’s keep our mom’s heart warm by doing the best for her.
    Hidup Mama!

  3. Hiks..hiks..
    Aku jadi ingin ketemu mamaku.
    Ia nan jauh disana.
    Beberapa bulan lagi, jika Allah menghendaki, barulah aku bisa memeluknya setelah hampir dua tahun tak berjumpa.
    Doakan ya,tu..

  4. Tidak ada yang bisa menggantikan kedudukan seorang ibu dimata anaknya.

    Tiap orang pasti mengatakan mamaku adalah orang terbaik, yang menjagaku, melindungiku dll. Ia siap berkorban untuk anaknya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s