Profil Kader Humas

Sosok Kader Humas (prolog)

“ Pencitraan, sehingga terbangun Islamic Character Building”

- Ada yang mau ngacungin jari kalau ane Tanya ‘siapa yang mau jadi seorang Humas?-

Yogyakarta, 22-26 Agustus 2007

‘Perjalanan’ yang cukup singkat, 4 hari 4 malam, (di Lereng gunung Kaliurang, Yogyakarta) diramaikan oleh kader2 delegasi dan non delegasi KAMMI Daerah se-Indonesia untuk mengikuti Training dan Lokakarya Nasional (Humas, BKM, dan Pengembangan Organisasi).
Sayang banget sih, KAMMI Pusat cuman ngasih quota 6 orang saja tiap kammda, selebihnya (yang mau ikutan) dikenai biaya makan, wisma, dll ditanggung sendiri (kalo gak salah sih mesti bayar Rp.500 rb, blon termasuk uang transport).
Salut banget buat Kammi Daerah Yogyakarta karena masih bisa menyelenggarakan acara berskala nasional yang begitu ‘wah’ dan terorganisir (‘wah’ disini maksudnya tergolong rada mewah, makan 3x sehari, standar lauknya melebihi standar ‘mahasiswa makan’, belum termasuk snack, wismanya juga oke, pembicaranya kelas nasional, dll) ditengah kemelut ‘Jihad pengungkapan kasus korupsi Bupati Yogya’. Singkatnya, kader-kader kammi disana dalam status ‘most wanted’ dari polisi bahkan preman. Belum lagi kira2 2 bln mendatang akan mengadakan DM 3.
” Selamat datang ikhwah fillah,... kami tidak ingin masalah kami menjadi masalah antum... semoga lokakarya ini berjalan dengan lancar...” tegas Widya, Ketua Kammi DIY.
Hem... Teknis acaranya terbagi menjadi 3,

Pertama, peserta delegasi dikumpulkan dan diberi SG untuk menyamakan persepsi awal.
Kedua, peserta diungsikan ke lokasi masing-masing (dibagi menjadi 3 lokasi sesuai pembagian fokus kerja) dan akan diberikan pelatihan/standarisasi.
Ketiga, penutupan di tempat Mbah Marijan (gak konten banget yang ini mah)
--------
Untuk SG, Kammpus mengangkat tema ”Konstruksi Pembangunan dan Kepemimpinan Nasional Indonesia” dengan pembicara:
1. Rahman Toha(Sekjen Kammpus)
2. Idul Fitri S (HMI dan staf ahli pemerintah)
3. Untoro (Bank Indonesia)
4. HJ Anshori (MGO, LIPI)

Paparan SG bermula dari Pak Idul yang menjelaskan study kasus capaian orba(yang berhasil dan tidak berhasil), yang mengerucut pada fakta 9 tahun belakangan Indonesia hanya mendapatkan proses demokratisasi yang cenderung liberal tetapi tidak menyejahterakan rakyat. Ia menegaskan capaian Reformasi ternyata tidak sebaik capaian Orba. Orba telah berhasil membangun infrastruktur (listrik, jalan raya), memobilisasi masyarakat (desa Impress), Kesehatan (posyandu yang sekarang dihapuskan), dan Swasembada Pangan. Dikuatkan lagi oleh fakta pemilu 99 yang hanya dengan persiapan kurang dari 5 bulan berhasil mewujudkan pemilu damai dan demokratis(administrasi pemilu sudah disiapkan Orba). Kalau dilihat ulang, demokratisasi fase Indonesia pasca lengsernya Suharto tidak terlalu tepat jika dikatakan dilahirkan oleh tokoh2 reformis. Karena yang melahirkannya adalah tokoh2 orba juga ( BJ Habibie salah satu contohnya). Tahun 98 memang bermunculan tokoh2 reformis yang bersuara kencang. Namun faktanya tidak berhasil mentransformasikan demokrasi menjadi pemerintahan yang efektif (sistem demokratisasi yang tidak cenderung pada menyejahterakan rakyat).
Mahasiswa hanya dijadikan alat untuk menumbangkan sebuah rezim, tanpa perhitungan jelas pasca rezim tersebut runtuh, dan belum bisa diberikan kepercayaan untuk membuka perubahan (hanya mengawal saja, itupun hanya untuk pemilu). Gimana mau dikasih kepercayaan, kuliah aja belum beres, IP paspasan, pemikiran belum konstruktif dan masih stengah-stengah. Disuruh baca buku2 di manhaj aja susah(bener ga?, hayooo ngaku!!!!). Namun beliau sangat setuju dengan agenda2 yang kammi tawarkan,
1. Pemerintahan efektif dan legislatif
2. Figur pemimpin untuk kepemimpinan yang efektif (dari kalangan muda), namun dibarengi dengan kekonsistenan pola (figur efektif atau konsisten dengan demokrasi)

” Tapi saya tidak menganut sistem demokrasi, Pak” guyon Mungkit (moderaor diskusi)
”Tapi milih kan?” kata sekjen kammpus
”Ya... tergantung mood” guyonnya lagi.

Pembicara kedua (Pak Untoro) memaparkan pengukuhan pentingnya pemisahan Bank Sentral untuk pertumbuhan ekonomi dari pengaruh Politik (Independensi Bank Sentral).
Kenapa? Untuk menghindari dampak Bisnis (kalo bahasa kita mah ”korupsi berjamaah”) karena setiap nada pergantian politik akan ada tindakan populis dari tiap calon politik (misalnya pembangunan digenjot dimana-mana sehingga menimbulkan inflasi, kadang seperti fakta yang sering terlihat : perbaikan2 sektor2 penting saat periode menjabat berakhir, supaya bisa dipilih lagi). Tapi(nah, ini yang susah diawasi dan bisa menjadi sarang korupsi juga), proyek2 lain menjadi wewenang Bank Sentral pribadi.

Pembicara ketiga dari kalangan budayawan. (Pak Anshori), menjelaskan pentingnya leadership dan pembagian gerakan (untuk merekonstruksi bangsa) terbagi menjadi 2, kultural dan struktural. Tanpa salah satu diantaranya, pembangunan akan menjadi hal yang sia-sia(di komsat sudah dirumuskan tentang Lokda kan?).

Sekjen Kammpus memperkuat paparan tersebut dengan statement ”pembangunan karakter” masyarakat yang tidak terdapat pada pemerintahan SBY.
------
OKS, ane pikir saatnya ane menulis sekilas kontent apa yang dibahas di humas sebelum masuk ke materi kehumasan. Afwan, kalo mw tw kontent tentang BKM atau Pengembangan Organisasi tanya sama Nazrina saja ya(beliau delegasi PO)
Kemarin, selesai SG, peserta Humas dikumpulkan dan diberikan alur acara. Konsepnya ada 2, brainstorming pentingnya humas, pelatihan skill dasar kehumasan, terakhir merumuskan standarisasi kehumasan.

I. Peran strategis Humas (Azimah Subagyo, humas kammpus)
II.
How to deal with people (Abdul Aziz, Marketing Director ACT)
III. Membaca peta ideology Media Massa (Ibnu Hamad, Doktor Komunikasi UI)
IV. Menulis untuk media massa (Pemred Suara Merdeka)
V. Desain Media Internal (Eko Prasetyo, Directur Resist Book)

One thought on “Profil Kader Humas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s