Just.. Keep Holding On

Pernah dengar lagu itu?
Pertama kali aku mendengarnya aku langsung tertarik dan membaca teks lengkapnya. Yap, itu lagu sountrack Eragon, dinyanyikan oleh Avril Lavigne(mungkin kamu gak kenal, tapi kamu pasti tau penyanyinya kan)
Tahu nggak, saat aku membaca teksnya, gak tau kenapa aku mengingat masa-masa mudaku(sekarang juga masih muda sih hehe), aku bisa mengingat arti persahabatan…kalo dalam bahasa gaulnya sih “ukhuwah”…
Aku mengingat ketika…dulu aku bersenang-senang (sebenarnya lebih tepat keadaan yang bisa membentuk kami) membentuk sebuah grup nasheed, 6 orang ples 1 manager yang baik hati…Bernyanyi adalah anugrah yang indah, benar kok, senang ketika ada begitu banyak orang yang bisa menghargai karya Allah yang Maha Hebat ini, terutama mendengarkan anda menyanyi…bayangin aja, sekarang sangat sulit sekali bin kuadrat beneran deh untuk mencari tempat yang benar-benar aman buat sekedar ngeluarin suara, suara terlalu keras aja udah bikin tetangga pada ribut… apalagi sing a song…!!! kanan kiri kamar kosan, depan kebon, belakang sawah… Menyanyi hanya bisa menyenangkan saat in right place and in right time!!!
Well, dari kesenangan itulah akhirnya kedekatan itu muncul,

dulu mana ada kita kenal bahasa gaul ukhuwah, masih little2 sok2an dakwah lah, masih anak bawang, belum gaul…jadi kita merasa kedekatan itu adalah bagian dari persahabatan lokasi (daripada aku nyebut cinta lokasi, hehe),, cuma… memang ada yang berbeda dari ini semua, dari semua persahabatan yang pernah kujalani…kami memang tetap mendapatkan supplay ruhiah saat bersama. Mngkin itu kali ya yang membuat ‘warna’ ini agak sedikit berbeda, dan mungkin karena itulah aku sedikit ‘terpesona’ olehnya,, lebih merasa mendekatkan diri kepada mereka dibanding dengan yang lainnya, lebih bisa ‘dekat dan lebih mendekatkan diri pada Allah’…lebih bisa memacuku untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya…lebih bisa saling mengingatkan dalam kesabaran dan dalam kebenaran…
Padahal.. aku masih punya sahabat yang lainnya…
Ia merasa ditinggalkan, tapi ia tak pernah mengatakannya padaku, dan aku semakin bergelut dalam bidangku, sampai tiba aku berpisah dengannya (mau masuk PT)…
Kita pisah, dia tetap di daerah dan aku keluar daerah, dia sibuk dengan akuntansinya, dan aku sibuk dengan hitungan mumet dan susah kumengerti, ditambah rangkaian-rangkaian listrik dan berbagai macam bentuk sinyal yang akan terus kuhadapi 4 tahun kedepan..Puff… dan aku terlibat aktif lagi di dakwah, masuk banyak organisasi dakwah…
Aku semakin jauh padanya…
SMS jarang dibalas karena pulsaku kadang habis buat ngesms jarkoman atau sms tausiyah untuk binaan… tapi dia tetap memperhatikanku, menunggu kabar dariku…
Sampai hari reuni, aku datang menghampiri beberapa teman, dan termasuk bertemu dengannya. Pembicaraan pertama standar, nanya kabar, gmana kuliahnya, deelel lah… sampai ke pembicaraan kedua, masih berkisar topik-topik umum,, ketiga, dan terus mengerucut pada topik2 khusus, misalnya tentang dakwah. Dia jadi OOT, dan tanpa aku menyadarinya dia menghilang, pergi…tapi aku tidak pernah sadar dirinya telah pergi
Sampai pada suatu ketika, dia mengirim email di FS,

my best fren, eh???
hmm…
waktu kau balik, surprise banget…
yap–yap.. waktunya membalas kebaikan untukmu (khan udah kasih one piece, thanks ya.)

pertama cerita dulu.
aku sekarang membandingkan frenster aku n kamu2. hasilnyo, aku tau letak kedudukanku di antara teman-tmanku…

nah, ini tulisanku, u diriku sendiri sih sebenarnya, tapi untukmu jugo dak apo-apo.. hehe..

judulnya cerita ulat

sahabat…
sepertinya masih membekas dalam jiwa, saat kita tengah asyik memakan dedaunan di taman besar. kita dibebaskan untuk memakan apa saja yang kita kehendaki..
tapi waktu itu telah berlalu.
engkau telah memilih untuk masuk ke dalam pupa melebihi aku,
dan aku telah memastikan mendengarkan gerakan sayapmu didalam sana.
sahabat..
engkau harus tahu, aku tengah mendengar cermat tiap pergerakanmu, tapi mesti aku tidak melihatnya,
aku tahu kau akan baik-baik saja..
pastinya engkau akan menjadi kupu-kupu yang indah ya..?

sahabat..
jika engkau terbangun nantinya dalam kesedihan.
aku pastikan itu tidak apa-apa..
bukankah dahulu kita juga sering mengalami masa-masa kritis..?
dulu kita berpikir tidak akan mampu melewatinya, tapi kita pasti melewatinya.
jika nanti saat engkau terbang, engkau ragu dimana engkau ingin hinggap.
tanyakanlah dalam hatimu, apa yang sebenarnya engkau inginkan..
bukannya aku bilang saat ini engkau tidak tahu apa yang diinginkan.
hanya saja.. terkadang kita tertipu pada hal yang kita inginkan itu..

sahabat, kadang kita tersesat, tapi pasti kita tahu jalan pulang. asal kita tahu untuk apa kita hidup.
hanya untuk rabb, bukan???

sahabat, bermetaforsislah..
setelah itu, aku akan menceritakan satu hal lagi padamu,
nanti tentang aku..

hmm…
apakah aku ada di dalam hatimu?
aku tidak pernah benar-benar tahu??

to be continue…………
eits…. jangan bilang nggak ngerti…
jangan juga bilang ini jelek..
tapi dibalas dengan komentar ya, say…!!

luv u so much..

muah….

Dia minta tanggapan, email ini dia kirim kira2 sudah 1 tahun yang lalu, tapi sampai sekarangpun aku bingung mau menanggapinya bagaimana…cuma… aku baru tahu satu hal… Dia lah sahabatku yang paling berharga..
Berbaliklah, mungkin kalian kadang melupakan ini…

———

Persahabatan

Aku sering melihat karakter seperti itu yang begitu sering muncul dalam film dorama, Kurosagi yang selalu menipu tukang tipu tetap saja tidak bisa membiarkan orang-orang terdekatnya terkena masalah (Kurosagi), Shintani yang mengorbankan perasaannya demi persahabatannya dengan Nobu dan Akira (Nobuta wa Produce), atau…Zoro yang mengabaikan menggapai mimpinya dan rela diambil nyawanya oleh Sichibukai demi membiarkan Luffy, si kapten untuk terus tetap hidup…atau…(nonton aja ndiri hehe)… singkatnya… tentang sebuah pengorbanan…
Aku berfikir, dalam semua deretan fiksi tersebut adakah yang nyata di kehidupan ini?
Kalau ada, dan aku selalu berharap hal itu ada, alangkah indahnya dunia ini jika dimiliki oleh orang-orang yang mengenal indahnya persahabatan. Berkorban untuk orang lain..
Kalau tidak ada… hem… mungkin aku akan mencobanya…
Untuk sahabat-sahabatku… aku benar-benar merindukan kalian…

2 thoughts on “Just.. Keep Holding On

  1. Assalamualaikum.
    OK daripada mubazir ngunjugin doank. Sy boleh ikut nyumbang koment khan
    proloG.
    Sewaktu sy berada di bengkel pers-begitu kami menyebut rumah kedua kami-
    Pagi itu kami mengadakan sebentuk kajian RUTIN dg mengunfdang ustadz yg amat lokal, karena tergolong msh alumnus sana.
    Pagi itu sengaja kami menghadirkan pentaujih yg memiliki spseialisasi -tazkiyatunnafs-
    Karena kami menyadari bahwa ‘menulis’ memang bukan hanya dengan memanfaatkan tangan tetapi lebih pd menajamkan qolbu…
    (kok kepanjangan, yah gini deh kalo kuli tinta nulis)
    Yang menarik, perlu digarisbawahi, distabilo dan kemudian jangan ditip-x adl
    Intisari taushioyah tsb:
    “Jadilah sahabat dalam keimanan dan janganlah bersahabat karena kejahiliyahan.
    Ukhuwah itu tidak sama dengan SOLIDER….
    Ketika anda melihat seorang teman salah (dlm parameter dien), meski dengan konsekuensi mahal DIMANA anda akan sangat mungkin diberikan kerutan muka yg kurang menyenangkan.
    ANDA akan menegurnya. Inilah UKHUWAH, indah….

    Ketika anda melihat teman salah kemudian anda mendiamkanya, dengan harapan menjaga perasaanya, dengan justifikasi kata2 SOLIDER,
    Saat itulah anda sesungguhnya telah melepas ikatan ukhuwah anda.

    Teman SEJATI tidaklah harus menemani temannya kemanapun sang teman berjalan
    Tapi SAHABAT SESUNGGUHNYa adalah yang mengingatkan ketika kita memilih jalur yang membahayakan…..

    EPiLOg
    Yang kemudian bisa saya tangkap adl
    Menjadi teman yang menyenangkan itu mudah
    Namun menjadi SAHABAT yang mengingatkan itu teramat sulit
    KEMUDIAN tanyakan ke diri kita
    “kenapa ia saya jadikan sahabat…
    Apakah sy telah berlaku egois dan oppurtunis dg menjadikannya sebagai sahabat agar hati sy damai bersamanya agar ada somebody yg nyambung kalo sy ajak ngobrol ngalor ngidul….
    Bukan untuk itu sahabat diciptakan.
    Sahabat diciptakan untuk MENGUKUHKAN KEIMANAN kita
    MENJADI CONTROLLING IBADAH kita….
    menjadi cermin jujur terhadap tarbiyah AKHLAK yg kita lakukan hari demi hari….
    Terakhir…
    Memang BAIK membuat sahabat BAHAGIA
    Namun alangkah BAHAGIAnya hati ini jika dapat membuat sahabat menjadi BAIK.
    Hmmm….jadi merindukan sahabat2 sy semasa di AL-Fadhan.
    Mungkin sekarang ada yang masih teguh menapak gelanggang juang dakwah
    Mungkin sekarang ada menjauh dari tarbiyah….
    Mungkin ada yg sampai menjadi oposisi…
    Tapi saya tetap menyayangi mereka
    Oh, akhirnya sy hanya bisa berdo’a
    “ALLAH pertemukan kami dalam kebaikan-Mu, teguhkan kami dlm membela kebenaran-Mu
    dan kemudian kumpulkan kembali kami nanti dlm kebahagiaan kekal-Mu”
    Amien…..yaa robbal ‘alamin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s