That’s Why I’m Smiling :)

Your Plan

February 22, 2009 · 1 Comment

1482176748_6d52979914

Bismillahirrohmanirrohim,,,,

Restu nggak tau apa rencanaMu Ya Allah, dalam ujian ini…

Restu berharap semoga diberikan yang terbaik,

Insya Allah lulus Maret ini, wisuda bareng temen2 :D

3 Maret, semoga hari itu bisa terlewati dengan baik :) tanpa kendala yang berarti…

aamiin..

(stay focus in actions)

→ 1 CommentCategories: ceritaku

Unlimited AdventuRe

February 22, 2009 · 2 Comments

1op19

op_cover_011 op16

I don’t know what u’ll react if u read this post, coz I don’t know… write this post maybe like unintentionally seen outside from my real world,

But seriously,,,  I just wanna say that I love This Comics very Much :D

It’s just a fiction books, which can make me laugh, cry, or keep silent (for a moment). A Japanese Shonen Manga with a japanese crew written by Eichiro Oda.

One Piece makes me know there are bunch of idiots try to chase  a big dream without a fear. Although everyone laugh about it. Just keep goin then God will show the way. Each member of Gang shows the strong character. Every single person has it’s own function.  Monkey D Luffy(Captain), Zoro(Mr.Bushido), Nami(Navigator), Sanji(Cheff),Usopp(Soge King), Chopper(Doctor), Robin(Archeologyst), Franky(craftman), Brook(Musician). They learn how to protect each other exceed themselves. Hmm,, That’s sound familiar, isn’t it,,  like “ukhuwah” :P

Other people may think that One Piece is a silly book, but I think sometimes silly is good (hoho) without being nuts. Sometimes silly thing can stimulate an imagination. Yeah,, sometimes :D

There are friendship, commitment, and joke :D with blasting unlimited adventure.

u should read this book :P

thank u for reading this post (with kaccau grammar haha,,, ayo blajar bahasa english hoho)

→ 2 CommentsCategories: Uncategorized

Kita Sudah Sangat Dekat Dengan Langit

February 21, 2009 · 3 Comments

HL004690

Jakarta-Bengkulu hanya ditempuh dalam waktu 55 Menit saja,

Pesawat landing jam 10.00 wib. Aku mencoba merapihkan kembali barang bawaanku. Tas ransel laptop, tas pinggang, dan tas kecil untuk isi baju. Cuma sedikit sih, barang bawaannya, tapi berat!! fiuh.. ngebawa laptop en berkas-berkas habis daftar sidang (kok sempet-sempetnya dibawa), buku Antenna Theory and Design Ballanis 500 hal, baju 2 stel, dan beberapa barang elektronik. Maksudnya sih kemaren pulang memang pengennya refreshing dikit, tapi memang sudah kebiasaan sih meskipun refresing pasti selalu ada kekhawatiran yang terjadi. Siapa tahu aja kan ada perlu sama buku2 en ni berkas2… hoho,,, Bandung Bengkulu jauh jeng,,, males bett ngambilnya…

Eniwey, yang jelas kemaren memang berasa kayak orang mau trafeling aja, padahal judulnyasih tetep mudik.

Setelah masuk pesawat Sriwijaya Air, memasukkan tas ke bagian atas kabin, kebagian tempat duduk di dekat jendela, di 17 F deket sayap pesawat. Biasa, ritual sebelum naik kendaraan, Islam sudah mengajariku banyak referensi untuk dibaca ketika sedang bepergian. So, sambil memasang savety belt aku komat kamit membaca doa-doa yang sudah kuhapal di luar kepala.

Ini memang bukan perjalananku yang pertama. Hampir semua maskapai penerbangan (yang ada penerbangan ke Bengkulunya) pernah kucoba, entah itu Merpati, Batavia, Lion Air, ataupun Mandala. Tapi, ketika pesawat take off (yang kesekian kalinya) perasaan itu selalu muncul dalam wujud yang sama. Bedanya, perasaan ini lebih kuat. Entahlah, mungkin karena sekarang judul ku untuk pulang adalah ingin melihat mama papah dulu sebelum Insya Allah mengakhiri masa studiku di IT Telkom.

Ketika pesawat Take Off (setelah beberapa menit mengantri boarding, di depan ada Air Asia, trus depannya lagi kalo gasalah Lion Air) begitu cepatnya pesawat ini mencapai awan. Yang dibawah cuma terlihat seperti sebuah miniatur kota. Bandara, sungai ciliwung, tol, taman kota hanya terlihat seperti titik yang makin menjauh, membaur bersama yang lainnya.

Kemudian aku melihat awan putih, ada yang diam, dan ada juga yang bergerak.Aku ingin pegang, tapi ngga mungkin lah ya,, gmana cara…

Pesawat terus melaju tinggi, hampir menuju lapisan kedua atmosfer. Lapisan dimana keadaan cuaca hanya memiliki sedikit pengaruh dan bagus untuk navigasi. Pesawat terus melaju, sampai dimana aku melihat hanya cakrawala yang biru, dibawahnya tertumpuk awan-awan putih. Seperti Berjalan diatas Awan.

Langit,,,

akhirnya aku sampai, meskipun ini hanya langit yang masih dekat dengan dunia. Tempat dimana mataku hanya mampu melihat garis lengkung biru sebagai batas pandang. Bukan tanah, bukan sebuah gunung, bukan tembok rumah kost, bukan pagar rumah susun, bukan sesuatu yang sering kulihat di bawah sana. Tapi hanya warna biru, yang mau dari sudut manapun aku mencoba untuk melihatnya hanya menghasilkan warna biru.

Biru dan Putih…

Sesungguhnya Akhirat itu Luas… (Tadzkiyatun Nafsh :Said Hawa ,)

Beginikah rasanya akhirat itu? Ketika aku memandang dari balik jendela kamar aku hanya melihat pelepah pisang dan tembok proyekan kost milik dosen yang menjulang.

Beginikah rasanya akhirat itu? Ketika aku daftar sidang, hampir saja aku tidak dapat ruangan. Ruang sidang hanya 4. Awalnya aku mau daftar tanggal 26 jam 3 sore, tapi penuh. Akhirnya dipindah ke 3 Maret dengan jam yang sama. Kemungkinannya hanya dua, dapet jatah atau tidak. Rebutan tempat.

Beginikah rasanya akhirat itu? Halaman rumah hampir tidak ada, gang hanya muat motor, itupun sudah bisa bikin tetangga pada ngamuk kalau sedikit saja nge-gas di malam hari. Kamar hanya 2×3. Beruntung aku masih diberi kemudahan untuk mengakses kamar mandi (kamar mandi dalem sih hehe), en Alhamdulillah masih banyak air. Lah, kalo di daerah PGA sono,, susah dapet air, dapetpun kadang kotor. Pernah sampe bela-belain balik dari PGA ke SKB ujung karena kebelet tapi gada aer. Wuah, menderitaaaa

Beginikah rasanya akhirat itu? Ketika kembali lamunanku tentang apa yang kualami dibawah sana, aku hanya melihat warna biru dan putih. Hanya awan, dan warna biru. Kosong. Tidak kotor, tidak ada debu, tidak ada sampah. Yang ada hanya sunyi, diam, luas.

“Beramallah untuk Akhirat, karena dunia tidak akan pernah memberikan keadilan seadil-adilnya” (Tadzkiyatun Nafsh: Said Hawa)

Kalau saja dunia seluas ini, pasti tidak akan ada yang berteriak mengumpat-ngumpat untuk meminta warga mengungsi karena pelebaran jalan. Kalau saja dunia seluas ini, Pasti tidak akan ada orang yang mengantri parkir di pasar, terutama dayeuhkolot yang sering terdengar berbagai pelanggaran lalulintas.

Kalau saja dunia sesunyi ini, mungkin kita lebih bisa mendengar bisikan Allah ketika ia turun kebumi dibanding suara deruman motor dan winamp atau siaran TV yang tidak dimatikan semalaman.

Kalau saja kita memang langsung menghadap langit tanpa tertutup awan, mungkin kita bisa lebih sadar kita hanya setitik kesibukan diantara besarnya galaksi yang penglihatan kitapun tidak diberi kemampuan untuk bisa memandangnya. Mungkin kesombonganpun akan pudar, kalau kita sadar ketika bumi ini hanya digoncangkan sesaat saja kita tidak punya daya apa-apa untuk melawan. Ketika pintu tidak dapat dibuka, Hanya meringkuk di bawah meja menunggu gempa ini selesai, dan saat itulah kita baru ingat, meminta tolong kepada-Nya dengan sangat tulus.

Mungkin sama juga halnya, ketika aku sekarang, ada di atas awan, di dalam pesawat dengan 40 orang lainnya, begitu dekat dengan langit, hanya bisa berdoa. Kita sudah sangat dekat dengan langit, apa susahnya Allah mematikan mesin pesawat untuk menjemput kita semua. Pesawat tidak bisa ngerem, atau berhenti karena ada mesin yang error, atau kesalahan navigasi arah angin. Pesawat hanya berbekal baling-baling dan navigasi arah angin. Ketika arah angin itu searah dengan pesawat, ia tidak bisa terbang, apalagi masuk ke daerah turbulensi hampa udara, ia akan jatuh. Siapa pemegang kendali arah angin? bahkan kitapun tidak mampu membuat diam semilir angin. Aku hanya bisa berdo’a, dengan sebenar-benarnya pasrah. Disana baru aku merasa, tidak ada daya upaya kekuatan melainkan dari-Nya.

Bengkulu, I’m coming Insya Allah :)

Naik pesawat, merasakan kepasrahan yang sebenar-benarnya pasrah :)

buat kamuh2 bagus juga nyoba sekali-kali :D

→ 3 CommentsCategories: ceritaku

Internetworking (pendahuluan)

December 17, 2008 · 8 Comments

Pertumbuhan jaringan paket switching dan jaringan broadcasting paket memungkinkan akses ke “dunia luar” sehingga tidak terbatas pada sistem LAN tunggal. Dampak dari hal tersebut adalah diperlukannya interkoneksi antara berbagai tipe jaringan. Fasilitas internetwork harus mampu untuk:

- menyediakan link fisik dan logic

- melakukan routing (pemilihan jalur untuk pengantaran data) antar jaringan

- mencatat tingkat utilisasi perangkat jaringan untuk keperluan charging dan billing

dan internetworking juga harus mengakomodasi perbedaan antara skema alamat, ukuran paket maksimum, mekanisme pengaksesan jaringan, timeout, error control, teknik routing, connection/connectionless.

→ 8 CommentsCategories: Teknik Telekomunikasi

Ilmu Kognitif

December 17, 2008 · Leave a Comment

Akal manusia dapat dibandingkan dengan sebuah program komputer yang berjalan pada “jaringan basah” biologi alih-alih pada perlengkapan elektronik. Ilmu kognitif adalah studi tentang proses mental yang merupakan sebuah penyelidikan tentang bagaimana sih akal dapat membuat kita berfikir dan berkomunikasi, dan bagaimana akal mengatur kelakuan manusia. Ilmu kognitif awal didasarkan pada ide bahwa otak adalah sebuah komputer yang sangat rumit. Sekarang, ilmu kognitif adalah cabang ilmu yang luas yang masih relevan dengan studi tentang kecerdasan artifisial. Ini dapat dibayangkan sebagai suatu pencarian terhadap teori “komputasi” tentang akal manusia. Banyak para perintis awal kecerdasan artifisial dahulunya juga seorang ilmuan kognitif, dan perkembangan ilmu kognitif dan komputer sangat terkait dengan erat.

Suatu pemahaman tata bahasa

Seorang ilmuan kognitif yang paling berpengaruh adalah ahli bahasa dan aktivis politik Amerika Noam Chomsky. Di tahun 1957, Chomsky mengajukan sebuah teori yang menyarankan bahwa otak manusia “telah terprogram” untuk memahami tata bahasa yaitu struktur logika dari bahasa. Dengan membangun tata bahasa ke dalam program komputer, para peneliti berharap bahwa komputer akan dapat memahami kalimat, menerjemahkannya dari satu bahasa ke bahasa yang lain, dan bahkan menghasilkan bahasa. Ini disebut sebagai pemrosesan bahasa alami.

Komputer yang berbicara

Selain pemrosesan bahasa alami, sebuah usaha dilakukan yaitu membuat program komputer yang dapat melakukan pembicaraan dengan manusia. Program pertama semacam ini adalah ELIZA, dibuat pada tahun 1966 oleh Joseph Weizenbaum, seorang ilmuan komputer yang bekerja di Massachusetts Institute Of Technology. Program ini sisesain untuk meniru sebuah “psikoterapi tak langsung”, merespon terhadap pernyataan masukan dari “pasiennya”. Ini adalah perkembangan yang signifikan. Tetapi yang dilakukan ELIZA sebenarnya adalah menganalisa pernyataan pasien dan menghasilkan pertanyaan langsung berdasarkan pada pernyataan itu.

→ Leave a CommentCategories: Artificial Intelligence

Mr. China

December 17, 2008 · 1 Comment

mr-china1

Judul : Mr. China
Penulis : Tim Clissold
Penerbit : Pustaka Alvabet
Cetakan : I, September 2007
Tebal Buku : xiii + 350 halaman

waktu liat sampulnya,,, langsung tertarik. Jadi langsung saya beli saja buku itu dari rak di Palasari.

Buku karangan Tim Clissold dinobatkan menjadi “the economist book of the year” dengan nuansa negeri tirai bambu yang benar-benar kerasaa abiss. Dari mulai geografis China (Tibet, Shanghai 80-an, dll), perayaan, sampai menghadirkan tradisi hidangan dan minuman baijiu ala penyambutan tamu bagi China. Cocok sebagai salah satu referensi buku yang mesti kamu baca untuk kamu2 yang ingin trafeler ke China, ataupun membuka relationship disana. Buku ini menceritakan gelombang bidang ekonomi di China.

Tim memposisikan tokoh sebagai orang yang terjun langsung (orang barat(bankir)) Wall Street yang nekad untuk turut ambil bagian dalam praktek bisnis di negara China. Ia punya mimpi untuk membangun kerajaan bisnis di China dengan modal ratusan juta dolar. Namun hal yang harus ia sadari, bahwa Barat dan China merupakan 2 kebudayaan konfrotatif. Atas dasar itulah mereka menemui keadaan yang memaksa mereka bangkrut. Proyek bisnis yang telah dibangun sang bankir merosot tajam. Penyebabnya, sosio kultural China yang jadi acuan nilai kaum tirai bambu tersebut tidak bisa akur dengan kaidah-kaidah ekonomi Barat yang diterapkan si pebisnis.

Buku menarik yang memberi pelajaran pada kita (apalagi bagi pebisnis Indonesia) tentang perlunya memahami dan menyesuaikan kultur negara lain dengan negara nusantara sebagai langkah-langkah yang harus terus dijaga dalam menjalin hubungan agar tidak berbentrokan dengan nilai/kaidah bisnis negara manapun, baik itu China atau negara-negara Barat.

→ 1 CommentCategories: bisnis

Metodologi Keamanan Komputer (Basic)

December 16, 2008 · 1 Comment

Keamanan komputer memiliki cabang-cabang yang banyak. Dalam masalah pengamanan sistem, banyak yang harus diperhatikan. Seperti database, keamanan data, keamanan komputer, keamanan perangkat komputer, keamanan aplikasi, keamanan jaringan, dan keamanan informasi. Tingkat keamanan tersebut dapat digambarkan dalam bentuk tingkatan piramida keamanan.

1. Keamanan level 0

Merupakan keamanan fisik (physical security) sebagai tahap awal dari komputer security. Keamanan fisik merupakan jendela awal dari keamanan selanjutnya. Jika fisik terjaga, maka data-data dan hardware komputer otomatis akan dapat diamankan.

2. Keamanan Level 1

Terdiri dari database security, data, computer, device, dan application security. Untuk mengamankan database, komponen lainnya memiliki peran yang penting. Misal, jika kita ingin database aman, maka kita harus memperhatikan dahulu apakah application yang dipakai untuk membuat desain database tersebut merupakan application yang sdah diakui keamanannya, misalnya seperti Oracle. Kemudian kita memperhatikan data security. Data security adalah cara mendesain database tersebut. Seorang desainer database yang profesional memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi pada masalah keamanan dari database tersebut. Selanjutnya, device security merupakan alat-alat yang dipakai agar keamanan dari komputer terjaga, juga keamanan komputer tersebut. Keamanan komputer disini merupakan keamanan dari orang-orang yang tidak berhak untuk mengakses komputer tempat database tersebut.

3. Keamanan Level 2

Keamanan level 2 adalah network security, yang merupakan keamanan dari komputer yang terhubung ke jaringan, seperti LAN, WAN, maupun internet. Karena, komputer yang terhubung ke jaringan sangat rentan terhadap serangan, karena komputer server bisa diakses menggunakan komputer client. Oleh karena itu, setelah keamanan level 1 selesai dikerjakan maka keamanan level 2 harus dirancang supaya tidak terjadi kebocoran jaringan, akses ilegal, dan perbuatan-perbuatan yang dapat merusak keamanan tersebut.

4. Keamanan level 3

Keamanan level 3 adalah information security, yaitu keamanan iformasi-informasi yang kadang kala tidak begitu dipedulikan oleh administrator atau pegawai seperti memberikan password ke teman, kertas-kertas bekas transaksi, dsb. Namun hal tersebut bisa menjadi sangat fatal jika informasi tersebut diketahui oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

5. Keamanan level 4

Keamanan level 4 merupakan keamanan secara keseluruhan dari komputer. Jika level 1-3 sudah dikerjakan dengan baik, maka otomatis keamanan untuk level 4 sudah terpenuhi. Jika salah satu dari level tersebut belum bisa terpenuhi, maka masih ada lubang keamanan yang bisa diakses. Meskipun seluruh level telah memenuhi syaratpun masih belum menutup kemungkinan adanya penyusup atau user ilegal

→ 1 CommentCategories: computer

Layer People (Barrier)

December 16, 2008 · 7 Comments

Wew,, saya baru tahu ternyata kita tuh punya own barrier saat berinteraksi dengan orang.

Pernah gak si kadang kita merasa bisa dekat dengan orang cepet banget padahal baru ketemu sekitar 2-3 jam-an, tapi kita merasa jauh sama orang yang udah lama berinteraksi sama kita. Nah, ternyata, hal itu dipengaruhin oleh “layer2″ yang masing-masing orang punya. Layer ini bisa juga disebut posisi yang menunjukkan penerimaan seseorang pada orang lain. Semakin orang itu bisa diterima, semakin terbuka layer itu, dan orang tersebut akan menjadi semakin dekat.

Layer 1: Layer kalo ketemu ma stranger ato orang baru. Bisa disebut layer terluar. Ini dimana kita melihat orang sebagai sesuatu yang baru, yang masih bersifat mengancam (kok mengancam?), maksudnya, sesuatu yang masih berasa asing. Disini biasanya kita melihat orang itu sebatas penampilan luar/fisik. Keliatan rapih, biasa-biasa aja, ato malah preman. Persepsi awal dibentuk dari sini. Biasanya ini untuk orang yang sekali jumpa saja. Tapi,biasanya, kalau perkenalan sudah sampe tuker-tukeran nomer handphone, ato email, layer ke 2 bisa kebuka.

Layer 2: Layer Friends, layer teman2. Ini buat orang-orang yang pernah berinteraksi dengan kita, tapi hanya sebatas interaksi luar atau dekat karena suatu kondisi, misal ngerjain tugas bareng, proyek dadakan, ato temen nitip absen (ups),,, Kalau layer ini sudah kebuka, peluang untuk terbukanya layer selanjutnya semakin besar.

Layer 3: Khusus wat orang-orang yang bisa dipercaya. Bisa keluarga, atau sahabat-sahabat terdekat. Parameternya? tergantung masing-masing orang sih. Ada yang karena merasa nyaman kalau diajak ngobrol, ato karena memang sering bareng dari awal (misal sebangku udah 6 bulan), ato bisa juga karena rela ngasih contekan waktu ujian jadi deket (weleh, inimah jangan ditiru atuh). Kepada orang-orang inilah kita lebih banyak share atau meminta dukungan. Mungkin juga lebih banyak menceritakan masalah dan meminta solusi untuk permasalahan. Nah, biasanya sih,, kalo kita human(yaiyalah masa yaiyadong) biasanya mentok di layer ini.

Layer 4: Layer yang ga’ bisa di share,, ato dengan kata lain Layer Kita yang Sesungguhnya,, Only God Knows,,, layer dimana kita melihat diri kita dengan jujur.Layer yang cuma Allah yang bisa mengetahuinya. Kenapa jujur? karena layer ini adalah layer saat kita berfikir, menganalisa, mereka, dan melintaskan pikiran2 kita pada pikiran dan hati. Jarang banget ada orang yang bisa nge-share layer ini,karena kalau di share akan menunjukkan siapa dia yang sebenarnya. Alhamdulillah Allah masih menutupi bisikan-bisikan lintasan pikiran itu pada orang lain. Coba saja kalau kita bisa mendengar bisikan hati,, weuh,, bakal kacoww nih dunia :D

→ 7 CommentsCategories: psikologi

Gelombang Sosial Negeri Ginseng (Korea)

December 15, 2008 · Leave a Comment

Mengikuti Francis Wahono dkk, jika wajah negara merupakan representasi dari dampak penentuan kebijakan-kebijakan negara, kebijakan bisa saja mendasari perubahan dasar realitas sosial budaya yang nyata, yang dijelaskan dalam uraiannya tentang proses sosial pada “Gelombang Perlawanan Rakyat”. Idealnya, negara dianalogikan menjadi sebuah rumah yang merangkum seluruh kebijakan, dimana ditujukan untuk mencapai cita-cita kemerdekaan atau ditelurkan dari kondisi realitas sosial masyarakat yang ada. Kebijakan kemiliteran, politik, stabilitas ekonomi dan dampak masuknya pasar modal tercermin dalam pola reaksi masing-masing generasi zaman pada setiap periode tahun negeri Korea (1950-2000). Sisi harapan, optimisme, pesimisme, kepedihan, dan kedewasaan mengambil perannya masing-masing dalam setiap keperiodeannya.
Potret kumpulan cerpen “Laut dan Kupu-Kupu” memberikan gambaran dinamika pola sosial kemasyarakatan Korea yang terus berubah, dari korban akibat kebijakan militer perang sampai zaman pasca perang. Misalnya, dalam “Dua Generasi Teraniaya” tahun 1950 karya Ha Geun Han adanya perekonstruksian ulang mental akibat korban perang, antara fase trauma korban perang (cacat fisik, mental) dan kesadaran untuk terus bertahan hidup pasca perang, seperti kemauan untuk bertahan hidup Jinsu yang kehilangan salah satu kakinya, mencecapi air matanya sendiri yang asin sambil mengikuti bapaknya (yang buntung tangannya) dengan tertatih-tatih. Penerimaan, akan bekas luka dari perang saudara, dan naluri untuk terus bertahan hidup mambuat sang bapak (yang memalingkan mukanya untuk membuang rasa sedih melihat kondisi anaknya yang tidak seperti dulu) alih-alih menggendongnya menyeberangi sungai.
Tahun 1960, Kim Seung Ok menuliskannya kembali dalam cerpen “Seoul Musim Dingin”. Masih terasa pengaruh masa kelam perang dan keinginan untuk untuk meninggalkan bekasnya hanya sebagai kenangan, menuju impian kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya. Perbedaan antara pemikiran Ahn, seorang tokoh calon master dan tokoh aku tentang sebuah kemajuan Seoul direpresentasikannya dengan sebuah kata “demo” saat mereka membuka topik di sebuah kedai tentang kata “menggeliat”, dan si aku merasa bahwa “menggeliat” itu berarti geliat perut bawah perempuan. Tokoh aku yang bercerita dengan semangat tentang kenang-kenangan, sedih atau gembira terlihat memaksa karena mungkin saja tidak bisa menghapuskan kenangan masa lalu menjadikannya saja sebagai semangat melanjutkan hidup yang diawali dengan penerimaan atas keadaan yang telah terjadi (bersyukur dan berjiwa besar). Kemudian ketika muncul tokoh pemabuk(suami) yang setia terhadap istrinya yang sudah meninggal yang minta ditemani si tokoh aku dan Ahn, untuk menghabiskan uang hasil menjual tubuh istrinya dalam semalam, juga bercerita tentang kepedihan dan kesuraman. Tahun 1960-an tergambar saat-saat mengalami kesulitan yang cukup berarti yang menyebabkan berkurangnya penilaian-penilaian positif dan optimistik.
Lain halnya dengan generasi industrialisasi (1970) tampak dinamika perubahan sosial akibat interpretasi motivasi individual dan kolektif terhadap masalah-masalah sosial yang muncul yang berorientasi pada ekonomi (materi). Pada “Jalan ke Shampo” karya Hwang Sok Yong misalnya, Young Dal harus berbesar hati menerima kenyataan desanya menjadi kawasan industrialisasi.

Keep reading →

→ Leave a CommentCategories: Culture

Kedudukan Niat Dalam Beramal

December 15, 2008 · 2 Comments

Niat merupakan amal hati secara murni. Suatu amal tidak akan sempurna amalnya jika tidak disertai niat yang ikhlas. Niat yang ikhlas berarti membersihkan maksud dan tujuan kepada Allah dari maksud lainnya, hanya mengkhususkan Allah sebagai tujuan utama kita. Hal ini dijelaskan dalam hadist diriwayatkan oleh Amir l’Mu’minin Abi Hafsh Umar ibn Al Khaththaab Radhiyallahu ‘Anhu, yang berbunyi :
“Sesungguhnay amal perbuatan itu disertai niat dan setiap orang mendapat balasan amal sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang berhijrah hanya karena Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya itu menuju Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa hijrahnya karena dunia yang ia harapkan atau karena wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya itu menuju yang ia inginkan.” (HR. Bukhari-Muslim)
Hakekat niat dalam beramal:
1. Niat merupakan bagian dari Iman.
Niat merupakan amalan hati. Sedangkan iman adalah diyakini di dalam hati, diucapkan dalam amal dan diuktikan dengan anggota badan dan perbuatan. Allah mencatat niat-niat baik kita dengan pahala yang sempurna meskipun amalan tersebut belum kita wujudkan. Seperti sabda Nabi saw. sebagai berikut :

Keep reading →

→ 2 CommentsCategories: Tausiyah